Thursday, February 9, 2017

Percayalah

Aku pernah percaya kepada pahitnya waktu
Dia selalu meyakinkan disetiap kalimatnya
Terlalu sempurna untuk aku permasalahkan
Aku rasa tidak ada kesalahan didalamnya
Sepelik cerita diluar sana
Mata rantai yang tidak pernah terputus itu memberatkan
Namun mungkin itu sebuah bagian
Tidak akan adil jika aku ingat aku memiliki rasa bosan
Terkadang berlalu di saat berat itu
Namun tak berhenti meski ku caci maki

Putuskanlah

Pada dasarnya kenyataan itu rumit karena pikiran kita sendiri
Sedikit perbuatan yang menjadikan beban itu rumit
Dangkalkah suatu pemikiran?
Terlalu luaskah untuk diarungi?
Dugaan sesat mengambang diantara berjuta beban
Sesuatu yang naif untuk dipertaruhkan
Akar dari yang terdasar tidak pernah mengerti makna persaingan
Seakan nalar itu hanya tertuju pada lintang takdir
Permukaan dipaksakan berkopetisi dan acuh padanya
Membahu tanpa mereka mengerti untuk apa
Mengejar hal fana yang diciptakannya
Apalah arti sebuah pengaduan jika kerap ditiadakan?
Maka putuskanlah hal bodoh yang mengikat itu
Sejatinya yang dimiliki itu adalah suatu kesempurnaan