Malaikat itu bertanya kepadaku apa yang membuat aku meninggalkan si hitam?
Aku menjawab jika seseoranglah yang menjadi alasanku meninggalkan si hitam
Apa kau akan seperti ini saat seorang itu pergi?
Dengan yakin aku menjawab jika dia tidak akan pernah pergi!
Hingga akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan aku
Malaikat itu kembali bertanya apa kepergiannya yang membuatmu kembali pada si hitam?
Aku menjawab dengan tegas jika bukan karena itu
Melainkan karena aku masih mengharapkannya dan menginginkan dia kembali!
Apa kau akan seperti ini sampai dia kembali?
Mungkin tidak, karena tidak ada alasan dia kembali
Lalu apa kau akan seperti ini sampai hari akhirmu?
Aku akan mencoba mencari dirinya dari orang lain
Cukupkah itu untukmu?
Mungkin tidak, karena didalam kematianku pun aku tetap menginginkan dia
Meskipun begitu aku akan tetap membahagiakan penggantinya didunia
Meski tak sesempurna jika aku membahagiakan dia.
Tuesday, April 25, 2017
Sunday, April 23, 2017
Siapa Diri Ini
Adalah irama waktu yang menyuguhkan siang dan malam
Begitulah suatu kebenaran yang tumbuh dari keharusan
Tidak harus berbelit mengutuk semua itu
Kau hanya harus tahu jika kesungguhan ini bukanlah suatu kebetulan
Lihatlah betapa mesra senja membuat siang menjadi malam
Itu bukan hal yang berlebihan jika engkau sudi perhatikan
Betapa mulianya waktu yang kau habiskan untuk memakinya
Satu-satunya yang kejam itu dirimu sendiri kawan!
Kau tidak memerankan mata hati yang kau miliki itu
Lihatlah ia menangis ketika ia satu-satunya yang akhirnya disalahkan
Harusnya kau cabik saja dia hingga pupus sudah perannya!
Jangan membuatku tertawa dengan menyalahkanku sekarang
Lagipula aku hanya pikiran liarmu saja
Aku bahkan tidak berbentuk dan tidak nyata.
Begitulah suatu kebenaran yang tumbuh dari keharusan
Tidak harus berbelit mengutuk semua itu
Kau hanya harus tahu jika kesungguhan ini bukanlah suatu kebetulan
Lihatlah betapa mesra senja membuat siang menjadi malam
Itu bukan hal yang berlebihan jika engkau sudi perhatikan
Betapa mulianya waktu yang kau habiskan untuk memakinya
Satu-satunya yang kejam itu dirimu sendiri kawan!
Kau tidak memerankan mata hati yang kau miliki itu
Lihatlah ia menangis ketika ia satu-satunya yang akhirnya disalahkan
Harusnya kau cabik saja dia hingga pupus sudah perannya!
Jangan membuatku tertawa dengan menyalahkanku sekarang
Lagipula aku hanya pikiran liarmu saja
Aku bahkan tidak berbentuk dan tidak nyata.
Thursday, April 20, 2017
Senandung Burung Tengah Malam
Burung yang bersenandung di malam buta selalu dijadikan pertanda
Entah bagaimana ia menangapinya
Hanya betenger dan tak pernah memahami yang dituduhkan padanya
Sekali lagi dan lagi orang-orang tidak memahaminya
Tak ayal membuat senandunya mulai pilu
Hanya belajar memahami apa yang terjadi
Ia tidak bisa mengutarakan semua gundah yang perlahan jadi amarah
Dengarkanlah semua itu
Tidak pernah ia menujukannya padamu
Bahkan tidak terlintas apa yang kau maksud itu
Berhentilah
Ini hanya cangkang
Terbukalah
Kelak kau yang akan berada disana bahkan dalam waktu lama
Bahkan tak sudi aku menemban peranmu
Aku tidak sepecundang itu
Entah bagaimana ia menangapinya
Hanya betenger dan tak pernah memahami yang dituduhkan padanya
Sekali lagi dan lagi orang-orang tidak memahaminya
Tak ayal membuat senandunya mulai pilu
Hanya belajar memahami apa yang terjadi
Ia tidak bisa mengutarakan semua gundah yang perlahan jadi amarah
Dengarkanlah semua itu
Tidak pernah ia menujukannya padamu
Bahkan tidak terlintas apa yang kau maksud itu
Berhentilah
Ini hanya cangkang
Terbukalah
Kelak kau yang akan berada disana bahkan dalam waktu lama
Bahkan tak sudi aku menemban peranmu
Aku tidak sepecundang itu
Subscribe to:
Comments (Atom)