Sunday, September 25, 2016

Awal Baru



Sulit dimengerti dengan pikiran
Begitu saja dan sendiri
Tuan kau terlalu menghakimi
Pantasnya duri itu langsung kau hujamkan
Tapi kau paksa aku untuk lakukan sendiri

Terdengar tidak adil untukku
Apa hanya itu yang kau mau?
Seperti kacung waktu
Aku tidak bisa berpaling darimu
Jadi sehina itukah peranku?

Baiklah
Memang aku terima kesepakatan awalnya
Dan bodohnya aku tidak bisa apa-apa karena ulah ku
Tariklah cerita yang sama
Aku tak akan mengecewakan seseorang lagi

Biarkan aku tumbuh dengan luka
Buatlah aku terbiasa dengan semuanya
Kali ini tak akan sama
Lihat aku kutukan pilu
Ini awal kebangkitan tuanmu

Friday, March 4, 2016

Bahtera



Pikiran pun tak pernah mengundangnya        
           
Tanpa dijamu begitu saja tiba

Keadan seakan tenggelam dalamnya teramat

Kosong sangatlah kosong memaki  jiwa

Tak ada dermaga sejauh mata bekerja

Apa yang engkau cari tuan? bahtera telah karam!

Tak akan nampak bendera putih 

Percuma sekali engkau mempertayakannya

Ombak pun tak bersyarat datangi hamba

Tak usahlah berisik

Ini bukan perang mu

Berikanlah hamba sebatang rokok

Biarkan resah ini menjadi apinya
 

Tuesday, January 12, 2016

Kembali



Dalam sekejap dunia yang aku lihat berbeda..                     
Tuhan, utus malaikatmu untuk menjemputku..

Aku lelah..
Terlalu banyak dosa disini..
Mungkin neraka tak seperih ini..
Tapi mungkin itu pantas untuku..
Untuk menebus semua dosaku..

Terlalu lama disini membuat dosaku terus membukit..
Aku takpunya apapun untuk menghentikanya..

Yang aku yakini..
Setelah penebusan dosa di sana..
Aku bisa pulang ke syurgamu..
Karena disitulah aku berasal..
Karena  itulah yang aku yakini.