Sulit dimengerti dengan pikiran
Begitu saja dan sendiri
Tuan kau terlalu menghakimi
Pantasnya duri itu langsung kau hujamkan
Tapi kau paksa aku untuk lakukan sendiri
Terdengar tidak adil untukku
Apa hanya itu yang kau mau?
Seperti kacung waktu
Aku tidak bisa berpaling darimu
Jadi sehina itukah peranku?
Baiklah
Memang aku terima kesepakatan awalnya
Dan bodohnya aku tidak bisa apa-apa karena ulah ku
Tariklah cerita yang sama
Aku tak akan mengecewakan seseorang lagi
Biarkan aku tumbuh dengan luka
Buatlah aku terbiasa dengan semuanya
Kali ini tak akan sama
Lihat aku kutukan pilu
Ini awal kebangkitan tuanmu
No comments:
Post a Comment