Sunday, January 22, 2017

Hari

Senja bernyanyi  senandungkan riuhnya kota ini

Pohon-pohon riang menari seirama dengan ramainya bocah bermain

Hari tidak murung ditinggalkan matahari

Ia siap menyambut malam yang sudah ia tunggu

Ia berkata saat ia sedih selalu mengadu pada kesunyian

Kesunyian memang sudah menjadi temannya sedari ia merasa tidak diperdulikan

Aku bertanya padanya mengapa ia merasa begitu

Tapi semua percuma karena ia tidak pernah ingin menjawab

Sebenarnya aku tahu apa yang ia rasakan

Bisa jadi itu hanya khiasan

No comments:

Post a Comment