Senja bernyanyi senandungkan riuhnya kota ini
Pohon-pohon riang menari seirama dengan ramainya bocah bermain
Hari tidak murung ditinggalkan matahari
Ia siap menyambut malam yang sudah ia tunggu
Ia berkata saat ia sedih selalu mengadu pada kesunyian
Kesunyian memang sudah menjadi temannya sedari ia merasa tidak diperdulikan
Aku bertanya padanya mengapa ia merasa begitu
Tapi semua percuma karena ia tidak pernah ingin menjawab
Sebenarnya aku tahu apa yang ia rasakan
Bisa jadi itu hanya khiasan
No comments:
Post a Comment