Thursday, September 13, 2018

Ada Meski Tidak Nyata

Digerayami keputusasaan, aku berjalan angkuh dengan asumsi
Semua hal tentang si pecundang
Semua bagian dari ke tololan
Tidak ada yang lebih mengetahuinya selain aku

Aku adalah kebengisan yang terlahirkan oleh murka
Aku adalah hamba yang bersabda di tengah fatamorgana
Aku jelemaan hawa nafsu yang meradang
Aku, dengan segala omong kosong dan bahkan tidak merdu

Hidup dan tumbuh dalam angan
Si duka yang coba lelehkan otaknya
Anjing yang rentan menanti ajalnya
Dirantai dengan sepurna oleh keadaan

Jiwa ini tidak pernah pergi kemanapun
Dengan jiwa yang semakin dalam tenggelam
Terseret-seret beban diri yang apatis melihat kenyataan
Aku tak pernah berharap, namun siapapun selalu aku tunggu

Aku ingin pergi dari tempat bodoh ini
Dari kengerian yang mulai membosankan
Aku benci kesendirian, meski ku akui jika dialah satu-satunya teman
Yang perlahan menelan perasaan demi pengakuan

Jiwa ini tidak pernah pergi kemanapun
Meskipun tidak pernah berhenti berlari dari yang mereka sebut kebenaran
Dari apa yang mereka anggap ketenangan
Dari apa yang mereka semua asumsikan

Aku terlahir dengan tidak diharapkan
Aku ada karena kecongkakan nya
Terlarut dalam rasa dan bersemayam di inti jiwa
Akulah lamuna, aku yang selalu ada meski tidak pernah nyata

No comments:

Post a Comment