Senja kala itu menggigil setelah hujan tumpahi permukaan bumi
Menggelap mengisyaratkan jika malam bersiap terjaga
Didalamnya aku terjaga menatap murung segala
Anjing, bisikan kasar hati yang kerap berontak
Setan, ungkapanku akan suatu hal pelik
Imanku terpuruk bersama kerasnya kekecewaan
Terlalu berat untuk sang raga mengembanya
Sempurna memang untuk membusuk dengan punahnya keinginan terbesar
Mencoba mengemispun merupakan hal bodoh mengingat malam yang kini semakin menentang
Tertutup gelap kini semakin menegaskan bahwa ini mungkin tempatku
No comments:
Post a Comment