I do not know where it came from. Wrath, Grief, Wounds! Looks like they love me! Kill my inner soul slowly.
Despair kept pushing me, forcing me to jump from all this nonsense.
Kill me as you wish! Do it with or without me!
Look at me! I'm as light as wind. Frozen like a stone ,. And mirror false ,.
Look at the bastard !!! .. Silly to me Stupid !!!
Make me more tormented with your cruelty!
Do it!
Tuesday, December 5, 2017
Do It!
Thursday, November 2, 2017
resah
Kelak keresahan ini benar-benar membunuhku..
Meninju setiap harapanku..
Binasakan pikiran terbaikku..
Sampai tiba waktunya..
Penyiksaan ini akan setia menemaniku.
Sementara ragaku masih naif..
Melayang-layang dengan angkuh..
Mengukir pelangi dan meninggalkannya begitu saja..
Membual dipelarian..
Jilati semesta..
Tutupi sinar mentari..
Keresahan ini berujung, namun tak memiliki jalan..
Tak memberikan..
Tak beralasan..
Tak berarti untuk segala pemikiran indah seorang hamba.
Meninju setiap harapanku..
Binasakan pikiran terbaikku..
Sampai tiba waktunya..
Penyiksaan ini akan setia menemaniku.
Sementara ragaku masih naif..
Melayang-layang dengan angkuh..
Mengukir pelangi dan meninggalkannya begitu saja..
Membual dipelarian..
Jilati semesta..
Tutupi sinar mentari..
Keresahan ini berujung, namun tak memiliki jalan..
Tak memberikan..
Tak beralasan..
Tak berarti untuk segala pemikiran indah seorang hamba.
Friday, September 29, 2017
Sekali lagi
Sekali lagi kasih itu hadir
Bersama denganya lara
Terulang kembali pedihnya
Lama semenjak kepergian itu
Hariku selalu gelap
Aku terjaga dimalam panjang
Dimalam yang tak berujung itu..
Bungaku kini mekar dikegelapan
Aku tidak ingin terjaga
Biarkan aku dipelarian
Menetap disana bersamanya
Melepaskan kepedihan ini
Bersamanya seperti kala itu
Tidak pernah berubah
Tidak ada lagi keresahan
Bersama sayangku selamanya
Sekali lagi.
Bersama denganya lara
Terulang kembali pedihnya
Lama semenjak kepergian itu
Hariku selalu gelap
Aku terjaga dimalam panjang
Dimalam yang tak berujung itu..
Bungaku kini mekar dikegelapan
Aku tidak ingin terjaga
Biarkan aku dipelarian
Menetap disana bersamanya
Melepaskan kepedihan ini
Bersamanya seperti kala itu
Tidak pernah berubah
Tidak ada lagi keresahan
Bersama sayangku selamanya
Sekali lagi.
Saturday, August 12, 2017
Kenang
Untuk kesekian kalinya kamu menghampiriku dalam mimpi..
Memperlihatkan harapanku..
Ketahuilah itu sangat meyakitkan..
Terlebih itu membuatku kembali mengingatmu..
Dan semakin menyadarkanku jika kamu tidak nyata untukku..
Namun sakit yang kamu buat itu sangat nyata..
Entah dari mana datangnya..
Kini sekelompok pilu kini tinggal dihatiku..
Menghasut pikiranku..
Memusnahkan perasaan baru..
Seakan memenjaraiku atas namamu..
Nama yang perah selalu aku sebut dalam do'a dipagi buta.
Memperlihatkan harapanku..
Ketahuilah itu sangat meyakitkan..
Terlebih itu membuatku kembali mengingatmu..
Dan semakin menyadarkanku jika kamu tidak nyata untukku..
Namun sakit yang kamu buat itu sangat nyata..
Entah dari mana datangnya..
Kini sekelompok pilu kini tinggal dihatiku..
Menghasut pikiranku..
Memusnahkan perasaan baru..
Seakan memenjaraiku atas namamu..
Nama yang perah selalu aku sebut dalam do'a dipagi buta.
Monday, July 17, 2017
Tidak berarti
Sendiri itu sunyi.
Sendiri itu sepi.
Sunyi dan sepi aku terasingkan.
Dikeramaian aku lalat.
Dikebisingan aku debu.
Hanya sedikit melangkah aku jatuh.
Dengan sedikit singgungan aku runtuh.
Berkaca dari sepasang mata aku raja.
Raja dari segala keputusasaan.
Mengadupun aku tak sanggup.
Sepasang semut kecil mencambukku.
Burung-burung bernyanyi mengejekku.
Aku hanya masa lalu, dan kau tidak butuh itu!
Keluh
Pagi ini mencekam, maka pelajarilah siang nanti.
Siang ini bising, maka tunggulah petang.
Petang ini gundah, maka sambutlah malam.
Malam ini sunyi, maka persiapkanlah diri untuk esok yang mencekam, bising, dan gundah!
Maka tak ada lagi alasanmu esok hari tentang mencekamnya pagi, bisingnya siang, dan gundahmu disore hari.
Maka siapkanlah diri untuk sesuatu yang baru.
Siang ini bising, maka tunggulah petang.
Petang ini gundah, maka sambutlah malam.
Malam ini sunyi, maka persiapkanlah diri untuk esok yang mencekam, bising, dan gundah!
Maka tak ada lagi alasanmu esok hari tentang mencekamnya pagi, bisingnya siang, dan gundahmu disore hari.
Maka siapkanlah diri untuk sesuatu yang baru.
Tuesday, April 25, 2017
Cinta Abadi
Malaikat itu bertanya kepadaku apa yang membuat aku meninggalkan si hitam?
Aku menjawab jika seseoranglah yang menjadi alasanku meninggalkan si hitam
Apa kau akan seperti ini saat seorang itu pergi?
Dengan yakin aku menjawab jika dia tidak akan pernah pergi!
Hingga akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan aku
Malaikat itu kembali bertanya apa kepergiannya yang membuatmu kembali pada si hitam?
Aku menjawab dengan tegas jika bukan karena itu
Melainkan karena aku masih mengharapkannya dan menginginkan dia kembali!
Apa kau akan seperti ini sampai dia kembali?
Mungkin tidak, karena tidak ada alasan dia kembali
Lalu apa kau akan seperti ini sampai hari akhirmu?
Aku akan mencoba mencari dirinya dari orang lain
Cukupkah itu untukmu?
Mungkin tidak, karena didalam kematianku pun aku tetap menginginkan dia
Meskipun begitu aku akan tetap membahagiakan penggantinya didunia
Meski tak sesempurna jika aku membahagiakan dia.
Aku menjawab jika seseoranglah yang menjadi alasanku meninggalkan si hitam
Apa kau akan seperti ini saat seorang itu pergi?
Dengan yakin aku menjawab jika dia tidak akan pernah pergi!
Hingga akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan aku
Malaikat itu kembali bertanya apa kepergiannya yang membuatmu kembali pada si hitam?
Aku menjawab dengan tegas jika bukan karena itu
Melainkan karena aku masih mengharapkannya dan menginginkan dia kembali!
Apa kau akan seperti ini sampai dia kembali?
Mungkin tidak, karena tidak ada alasan dia kembali
Lalu apa kau akan seperti ini sampai hari akhirmu?
Aku akan mencoba mencari dirinya dari orang lain
Cukupkah itu untukmu?
Mungkin tidak, karena didalam kematianku pun aku tetap menginginkan dia
Meskipun begitu aku akan tetap membahagiakan penggantinya didunia
Meski tak sesempurna jika aku membahagiakan dia.
Sunday, April 23, 2017
Siapa Diri Ini
Adalah irama waktu yang menyuguhkan siang dan malam
Begitulah suatu kebenaran yang tumbuh dari keharusan
Tidak harus berbelit mengutuk semua itu
Kau hanya harus tahu jika kesungguhan ini bukanlah suatu kebetulan
Lihatlah betapa mesra senja membuat siang menjadi malam
Itu bukan hal yang berlebihan jika engkau sudi perhatikan
Betapa mulianya waktu yang kau habiskan untuk memakinya
Satu-satunya yang kejam itu dirimu sendiri kawan!
Kau tidak memerankan mata hati yang kau miliki itu
Lihatlah ia menangis ketika ia satu-satunya yang akhirnya disalahkan
Harusnya kau cabik saja dia hingga pupus sudah perannya!
Jangan membuatku tertawa dengan menyalahkanku sekarang
Lagipula aku hanya pikiran liarmu saja
Aku bahkan tidak berbentuk dan tidak nyata.
Begitulah suatu kebenaran yang tumbuh dari keharusan
Tidak harus berbelit mengutuk semua itu
Kau hanya harus tahu jika kesungguhan ini bukanlah suatu kebetulan
Lihatlah betapa mesra senja membuat siang menjadi malam
Itu bukan hal yang berlebihan jika engkau sudi perhatikan
Betapa mulianya waktu yang kau habiskan untuk memakinya
Satu-satunya yang kejam itu dirimu sendiri kawan!
Kau tidak memerankan mata hati yang kau miliki itu
Lihatlah ia menangis ketika ia satu-satunya yang akhirnya disalahkan
Harusnya kau cabik saja dia hingga pupus sudah perannya!
Jangan membuatku tertawa dengan menyalahkanku sekarang
Lagipula aku hanya pikiran liarmu saja
Aku bahkan tidak berbentuk dan tidak nyata.
Thursday, April 20, 2017
Senandung Burung Tengah Malam
Burung yang bersenandung di malam buta selalu dijadikan pertanda
Entah bagaimana ia menangapinya
Hanya betenger dan tak pernah memahami yang dituduhkan padanya
Sekali lagi dan lagi orang-orang tidak memahaminya
Tak ayal membuat senandunya mulai pilu
Hanya belajar memahami apa yang terjadi
Ia tidak bisa mengutarakan semua gundah yang perlahan jadi amarah
Dengarkanlah semua itu
Tidak pernah ia menujukannya padamu
Bahkan tidak terlintas apa yang kau maksud itu
Berhentilah
Ini hanya cangkang
Terbukalah
Kelak kau yang akan berada disana bahkan dalam waktu lama
Bahkan tak sudi aku menemban peranmu
Aku tidak sepecundang itu
Entah bagaimana ia menangapinya
Hanya betenger dan tak pernah memahami yang dituduhkan padanya
Sekali lagi dan lagi orang-orang tidak memahaminya
Tak ayal membuat senandunya mulai pilu
Hanya belajar memahami apa yang terjadi
Ia tidak bisa mengutarakan semua gundah yang perlahan jadi amarah
Dengarkanlah semua itu
Tidak pernah ia menujukannya padamu
Bahkan tidak terlintas apa yang kau maksud itu
Berhentilah
Ini hanya cangkang
Terbukalah
Kelak kau yang akan berada disana bahkan dalam waktu lama
Bahkan tak sudi aku menemban peranmu
Aku tidak sepecundang itu
Friday, March 31, 2017
Murka
Bukan hal yang sulit bagi murka untuk menyeringai
Hanya tampak datar jika harus mengingat disini seperti itu adanya
Seperti rantai yang mengikat kusamnya relung jiwa
Itukah sembah sabda sang mahluk fasik kepada pemilik waktu?
Buram sangat dominan kala cerca cahaya diancamnya memudar
Murka raut muka pembenci segala
Murka gerik sang nyata pada yang esa
Murka mengelitik mengemban beragam peran
Murka!
Disini hanya ada tinju telak yang tegap dengan gagahnya
Tidak ada jalan henti untuk kembali
Tidak ada sisa maaf untuk hari, menit dan detiknya
Mengelenjang memutus urat saraf hayal
Menggeliat bagai ombak pasang dipermukaan
Bagai tenggelam dalam hal yang tidak keren samasekali
Seperti mengantamkan diri
Seperti membenturkan diri
Seperti orang didalamnya yang tidak pernah mengerti
Hanya tampak datar jika harus mengingat disini seperti itu adanya
Seperti rantai yang mengikat kusamnya relung jiwa
Itukah sembah sabda sang mahluk fasik kepada pemilik waktu?
Buram sangat dominan kala cerca cahaya diancamnya memudar
Murka raut muka pembenci segala
Murka gerik sang nyata pada yang esa
Murka mengelitik mengemban beragam peran
Murka!
Disini hanya ada tinju telak yang tegap dengan gagahnya
Tidak ada jalan henti untuk kembali
Tidak ada sisa maaf untuk hari, menit dan detiknya
Mengelenjang memutus urat saraf hayal
Menggeliat bagai ombak pasang dipermukaan
Bagai tenggelam dalam hal yang tidak keren samasekali
Seperti mengantamkan diri
Seperti membenturkan diri
Seperti orang didalamnya yang tidak pernah mengerti
Thursday, March 30, 2017
Habis Asa
Aku mulai terbiasa mengemban luka
Mulai terbiasa untuk semua perih
Mulai terjebak dalam jeratan masalalu
Angin bawalah aku terbang bersanding dengan awan
Aku ingin tahu bagaimana rasanya melayang tanpa beban
Malam ajarkan aku kesunyian hingga aku bisa mereda dalam kelam
Tuntun aku sang alam dan tunjukan aku kelapangan
Gurui aku dengan ilmu-ilmu yang kau tanam
Sejujurnya aku terlalu rapuh berjalan
Disebrang sana terlalu terjal
Mulai terbiasa untuk semua perih
Mulai terjebak dalam jeratan masalalu
Angin bawalah aku terbang bersanding dengan awan
Aku ingin tahu bagaimana rasanya melayang tanpa beban
Malam ajarkan aku kesunyian hingga aku bisa mereda dalam kelam
Tuntun aku sang alam dan tunjukan aku kelapangan
Gurui aku dengan ilmu-ilmu yang kau tanam
Sejujurnya aku terlalu rapuh berjalan
Disebrang sana terlalu terjal
Luka
Aku pernah terluka sedalamnya lubuk hatiku
Aku pernah mengalami itu
Karenanya aku tahu betapa buruknya situasi saat itu
Betapa tak berdayanya hati
Sejatuh-jatuhnya
Sekaram-karamnya
Sesakit-sakitnya
Aku tak pernah mengerti wanita itu
Aku tak bisa memahami isi hatinya
Dengannya aku berjang
Olehnya aku dibuang
Sampai saat ini aku masih terpuruk
Muak untuk mengingat
Tak bisa berhenti untuk ingat
Ini kutukan terkejam yang aku emban
Dan datang dari orang tersayang
Bertahan dengan mengingat perlakuanmu itu
Kuat dengan membiasakan perih itu
Dan berusaha membuatmu menyesal telah meninggalkanku.
Aku pernah mengalami itu
Karenanya aku tahu betapa buruknya situasi saat itu
Betapa tak berdayanya hati
Sejatuh-jatuhnya
Sekaram-karamnya
Sesakit-sakitnya
Aku tak pernah mengerti wanita itu
Aku tak bisa memahami isi hatinya
Dengannya aku berjang
Olehnya aku dibuang
Sampai saat ini aku masih terpuruk
Muak untuk mengingat
Tak bisa berhenti untuk ingat
Ini kutukan terkejam yang aku emban
Dan datang dari orang tersayang
Bertahan dengan mengingat perlakuanmu itu
Kuat dengan membiasakan perih itu
Dan berusaha membuatmu menyesal telah meninggalkanku.
Sunday, March 26, 2017
Aku, Dirinya Dan Senja
Senja kala itu menggigil setelah hujan tumpahi permukaan bumi
Menggelap mengisyaratkan jika malam bersiap terjaga
Didalamnya aku terjaga menatap murung segala
Anjing, bisikan kasar hati yang kerap berontak
Setan, ungkapanku akan suatu hal pelik
Imanku terpuruk bersama kerasnya kekecewaan
Terlalu berat untuk sang raga mengembanya
Sempurna memang untuk membusuk dengan punahnya keinginan terbesar
Mencoba mengemispun merupakan hal bodoh mengingat malam yang kini semakin menentang
Tertutup gelap kini semakin menegaskan bahwa ini mungkin tempatku
Saturday, March 25, 2017
Pergilah
Kilauan keraguan yang kian menyingsing
Menutup harapannya untuk mengakhiri
Dusta, tawa apa ada beda diantaranya
Memaksa diri menahan perih di rongga dada
Sebagian darimu hidup didalamnya
Esok, nanti bukan jaminan untukku memahami
Lemparkan saja batu itu kekepalaku
Agar aku lupa kau telah lakukan itu
Benturkan saja sampai hancur
Hingga aku tidak pernah lagi memikirkanmu
Kau pengecut sang cinta
Kau lari saat kau merasa aku sudah habis
Mencari celah yang menjadi alasanmu pergi
Tidak lebih dari pecundang yang cerdik
Sunday, March 19, 2017
Tinggal
Layaknya mentari kau bersinar dikegelapan
Membujuk sebuah ruang untuk berseri
Hangati setiap sela-sela sempit itu dengan kasih sayang
Seketika sunyi didalamnya menghilang
Kau merubahnya dengan syair yang menjanjikan
Irama mendayu seakan hembuskan ketenangan
Tetaplah tinggal tanpa ada hingga
Tinggal lah bersama bahagia yang kau ciptakan ini
Kumohon
Aku memohon
Membujuk sebuah ruang untuk berseri
Hangati setiap sela-sela sempit itu dengan kasih sayang
Seketika sunyi didalamnya menghilang
Kau merubahnya dengan syair yang menjanjikan
Irama mendayu seakan hembuskan ketenangan
Tetaplah tinggal tanpa ada hingga
Tinggal lah bersama bahagia yang kau ciptakan ini
Kumohon
Aku memohon
Friday, March 17, 2017
Malaikat Malamku
Apa yang terjadi jika malaikatmu pergi?
Apa yang akan kau lakukan jika sang pujaan itu menghianati?
Namamu sudah tidak lagi tertulis di daftarnya
Kini kau benar-benar sendiri setelah semua kau hapus untuknya
Pengorbanan yang kini ia biarkan terombang-ambing
Penyesatan yang pernah kau anggap kesempurnaan
Hantam saja dinding yang kau buat dulu
Buatlah berkeping-keping dengan sisa lukamu
Mereka tidak meninggalkan mu seperti yang kau banggakan itu
Rantai itu telah hilang bersamanya
Sekarang tampakan wujud aslimu
Terlalu lama kau membatu pada duniamu
Lepaskan lah lelah
Bertarung lah dengan taringmu
Membencilah dengan tersenyum
Tanpakan apa yang kau punya
Dan buatlah ia menyesalinya
Apa yang akan kau lakukan jika sang pujaan itu menghianati?
Namamu sudah tidak lagi tertulis di daftarnya
Kini kau benar-benar sendiri setelah semua kau hapus untuknya
Pengorbanan yang kini ia biarkan terombang-ambing
Penyesatan yang pernah kau anggap kesempurnaan
Hantam saja dinding yang kau buat dulu
Buatlah berkeping-keping dengan sisa lukamu
Mereka tidak meninggalkan mu seperti yang kau banggakan itu
Rantai itu telah hilang bersamanya
Sekarang tampakan wujud aslimu
Terlalu lama kau membatu pada duniamu
Lepaskan lah lelah
Bertarung lah dengan taringmu
Membencilah dengan tersenyum
Tanpakan apa yang kau punya
Dan buatlah ia menyesalinya
Berakhir
Nalar berhenti melakukan tugasnya
Ombak pantai menganas kala menggilasnya
Variasi sang alam untuk pupuskan harapan
Akhir yang kejam bagi sang kesatria
Lama sudah perjalanan kapal itu hingga pantai membuatnya karam
Ombak tidak pernah mengerti meski ia merasakan jua
Namun ia sadar jika mungkin itu sebuah keputusan mutlak seorang hamba
Dan memaksa sang kesatria memupuskan harapannya
Agar seseorang tahu jika kisah tidak selalu indah
Ombak pantai menganas kala menggilasnya
Variasi sang alam untuk pupuskan harapan
Akhir yang kejam bagi sang kesatria
Lama sudah perjalanan kapal itu hingga pantai membuatnya karam
Ombak tidak pernah mengerti meski ia merasakan jua
Namun ia sadar jika mungkin itu sebuah keputusan mutlak seorang hamba
Dan memaksa sang kesatria memupuskan harapannya
Agar seseorang tahu jika kisah tidak selalu indah
Sesuatu yang hilang
Waktu kini terus melukai
Kenyataan itu girang menertawai
Anda kejam dan anda terbang
Dia yang nyata lenyap bagai sambaran petir
Apa yang anda ketahui tentang bertahan?
Bertahan dari perasaan kehilangan yang dia pertahankan
Hakimi saja aku sang sunyi
Hakimi saja sampai menjadi siklus permainanmu
Terang saja aku menantangmu kini
Tidak ada lagi yang harus aku takutkan
Karena kau telah mengambilnya dariku
Ini bukan kata puitis
Jelas ini sebuah tangisan
Tidak ada jaminan untuk berhenti terluka
Maka hujamkan saja tepat dimana aku lemah
Buat aku tidak bisa menangis lagi
Agar aku terbiasa dengan kelemahan ini!
Kenyataan itu girang menertawai
Anda kejam dan anda terbang
Dia yang nyata lenyap bagai sambaran petir
Apa yang anda ketahui tentang bertahan?
Bertahan dari perasaan kehilangan yang dia pertahankan
Hakimi saja aku sang sunyi
Hakimi saja sampai menjadi siklus permainanmu
Terang saja aku menantangmu kini
Tidak ada lagi yang harus aku takutkan
Karena kau telah mengambilnya dariku
Ini bukan kata puitis
Jelas ini sebuah tangisan
Tidak ada jaminan untuk berhenti terluka
Maka hujamkan saja tepat dimana aku lemah
Buat aku tidak bisa menangis lagi
Agar aku terbiasa dengan kelemahan ini!
Wednesday, March 15, 2017
Lemah
Bukan sesuatu yang terlalu berat untuk di emban
Namun nalar seolah meryeringai menghakimi
Nampak datar kala awan terombang-ambing tanpa kepastian
Naifkah sebuah perjuangan yang mengambang?
Karamkah mimpi panjang itu?
Kerap berperang dengan bayangan
Tak henti menantang dengungkan nada sumbang
Aku bergelut dengan tertatih aku melawan
Aku membusuk dengan hancur aku sirna
Ini sungguh pelik mengingat ini hanya ada dikepalaku
Dan hanya aku yang tahu betapa buruknya aku memandang dunia.
Betapa rentannya orang seperti aku
Namun nalar seolah meryeringai menghakimi
Nampak datar kala awan terombang-ambing tanpa kepastian
Naifkah sebuah perjuangan yang mengambang?
Karamkah mimpi panjang itu?
Kerap berperang dengan bayangan
Tak henti menantang dengungkan nada sumbang
Aku bergelut dengan tertatih aku melawan
Aku membusuk dengan hancur aku sirna
Ini sungguh pelik mengingat ini hanya ada dikepalaku
Dan hanya aku yang tahu betapa buruknya aku memandang dunia.
Betapa rentannya orang seperti aku
Thursday, February 9, 2017
Percayalah
Aku pernah percaya kepada pahitnya waktu
Dia selalu meyakinkan disetiap kalimatnya
Terlalu sempurna untuk aku permasalahkan
Aku rasa tidak ada kesalahan didalamnya
Sepelik cerita diluar sana
Mata rantai yang tidak pernah terputus itu memberatkan
Namun mungkin itu sebuah bagian
Tidak akan adil jika aku ingat aku memiliki rasa bosan
Terkadang berlalu di saat berat itu
Namun tak berhenti meski ku caci maki
Dia selalu meyakinkan disetiap kalimatnya
Terlalu sempurna untuk aku permasalahkan
Aku rasa tidak ada kesalahan didalamnya
Sepelik cerita diluar sana
Mata rantai yang tidak pernah terputus itu memberatkan
Namun mungkin itu sebuah bagian
Tidak akan adil jika aku ingat aku memiliki rasa bosan
Terkadang berlalu di saat berat itu
Namun tak berhenti meski ku caci maki
Putuskanlah
Pada dasarnya kenyataan itu rumit karena pikiran kita sendiri
Sedikit perbuatan yang menjadikan beban itu rumit
Dangkalkah suatu pemikiran?
Terlalu luaskah untuk diarungi?
Dugaan sesat mengambang diantara berjuta beban
Sesuatu yang naif untuk dipertaruhkan
Akar dari yang terdasar tidak pernah mengerti makna persaingan
Seakan nalar itu hanya tertuju pada lintang takdir
Permukaan dipaksakan berkopetisi dan acuh padanya
Membahu tanpa mereka mengerti untuk apa
Mengejar hal fana yang diciptakannya
Apalah arti sebuah pengaduan jika kerap ditiadakan?
Maka putuskanlah hal bodoh yang mengikat itu
Sejatinya yang dimiliki itu adalah suatu kesempurnaan
Sedikit perbuatan yang menjadikan beban itu rumit
Dangkalkah suatu pemikiran?
Terlalu luaskah untuk diarungi?
Dugaan sesat mengambang diantara berjuta beban
Sesuatu yang naif untuk dipertaruhkan
Akar dari yang terdasar tidak pernah mengerti makna persaingan
Seakan nalar itu hanya tertuju pada lintang takdir
Permukaan dipaksakan berkopetisi dan acuh padanya
Membahu tanpa mereka mengerti untuk apa
Mengejar hal fana yang diciptakannya
Apalah arti sebuah pengaduan jika kerap ditiadakan?
Maka putuskanlah hal bodoh yang mengikat itu
Sejatinya yang dimiliki itu adalah suatu kesempurnaan
Saturday, January 28, 2017
Itu
Biarlah dan lihat saja apa yang sedang aku cari
Terlalu naif jika harus ikut turun kedalamnya
Seperti biasa dan terdengar biasa saja
Kalianpun dengar lolongan serigala itu bukan?
Asal tahu saja jika itu tidak mengusik ku
Aku tahu kalian akan hebat dari apa yang aku lakukan
Aku paham apa-apa saja yang menjadi keterbatasanku
Termasuk membuatmu diam disana dengan kalimat pertamaku
Tidak seorangpun yang sedang menghina
Aku tersanjung kawan
Aku seperti malaikat seperti yang kalian lihat
Aku berjalan tenang dijalanku
Meski ku sadari aku memperhatikan kalian
Menyempatkan waktu untuk menulis ini
Membuatnya abadi dalam sebuah karya kosong ini
Tak harus mengerti semuanya
Aku hanya sedikit bosan jika harus terus kalian perhatikan
Terimakasih untuk itu
Aku sama sekali tidak menyangkalnya karena aku butuh itu
Kemarilah bejalan disampingku dan bersama kita tatap luasnya ini
Aku lebih butuh itu.
Terlalu naif jika harus ikut turun kedalamnya
Seperti biasa dan terdengar biasa saja
Kalianpun dengar lolongan serigala itu bukan?
Asal tahu saja jika itu tidak mengusik ku
Aku tahu kalian akan hebat dari apa yang aku lakukan
Aku paham apa-apa saja yang menjadi keterbatasanku
Termasuk membuatmu diam disana dengan kalimat pertamaku
Tidak seorangpun yang sedang menghina
Aku tersanjung kawan
Aku seperti malaikat seperti yang kalian lihat
Aku berjalan tenang dijalanku
Meski ku sadari aku memperhatikan kalian
Menyempatkan waktu untuk menulis ini
Membuatnya abadi dalam sebuah karya kosong ini
Tak harus mengerti semuanya
Aku hanya sedikit bosan jika harus terus kalian perhatikan
Terimakasih untuk itu
Aku sama sekali tidak menyangkalnya karena aku butuh itu
Kemarilah bejalan disampingku dan bersama kita tatap luasnya ini
Aku lebih butuh itu.
Monday, January 23, 2017
Kau
Seperti halnya kebenaran
Tak harus kejelasan mengatakan sendiri
Kita tidak dipanggil bocah saat bocah
Namun tak pernah dewasa untuk dipanggil dewasa
Apa yang dipelajari selalu menguap
Namun saling menunjukan taring
Sepertinya kebenaran hanya omong kosong
Kebenaran adalah hal yang benar untuk sendiri
Tidak akan mengambang sebuah batu jika itu benar sebuah batu
Seekor singga tidak akan mengatakan dirinya singa pada lawannya
Hanya karena tidak terlihat bukan berarti tidak ada yang lain
Perangilah diri itu
Menagkanlah agar kau tahu siapa dirimu.
Tak harus kejelasan mengatakan sendiri
Kita tidak dipanggil bocah saat bocah
Namun tak pernah dewasa untuk dipanggil dewasa
Apa yang dipelajari selalu menguap
Namun saling menunjukan taring
Sepertinya kebenaran hanya omong kosong
Kebenaran adalah hal yang benar untuk sendiri
Tidak akan mengambang sebuah batu jika itu benar sebuah batu
Seekor singga tidak akan mengatakan dirinya singa pada lawannya
Hanya karena tidak terlihat bukan berarti tidak ada yang lain
Perangilah diri itu
Menagkanlah agar kau tahu siapa dirimu.
Aku Baik Saja
Entah bagaimana berjalan dalam bayangan
Sesuatu membawanya begitu
Bukan merupakan keinginan mutlak
Tahukah cahaya diam-diam menutup diri?
Entah bagaimana hilang begitu saja
Semalaman..
Seharian..
Setiap saat aku bertanya apa arti semua itu
Yang tidak pernah orang-orang mengerti
Ajarilah aku cara berjalan disini
Kau tahu..
Disini nampak asing untuk orang sepertiku
Aku tidak pernah bersembunyi
Hanya saja aku tidak mengetahui apa yang kalian pertanyakan
Aku sungguh baik saja sebelum kalian bertanya-tanya
Ini aku dan silahkan kalian kuliti
Tapi jangan coba merubah ini
Aku bukan sesuatu yang rusak
Ajarilah aku..
Bukan mengatur kemana arahku
Aku tahu dimana aku akan singgah
Atau mereduplah seperti senja
Sesuatu membawanya begitu
Bukan merupakan keinginan mutlak
Tahukah cahaya diam-diam menutup diri?
Entah bagaimana hilang begitu saja
Semalaman..
Seharian..
Setiap saat aku bertanya apa arti semua itu
Yang tidak pernah orang-orang mengerti
Ajarilah aku cara berjalan disini
Kau tahu..
Disini nampak asing untuk orang sepertiku
Aku tidak pernah bersembunyi
Hanya saja aku tidak mengetahui apa yang kalian pertanyakan
Aku sungguh baik saja sebelum kalian bertanya-tanya
Ini aku dan silahkan kalian kuliti
Tapi jangan coba merubah ini
Aku bukan sesuatu yang rusak
Ajarilah aku..
Bukan mengatur kemana arahku
Aku tahu dimana aku akan singgah
Atau mereduplah seperti senja
Sunday, January 22, 2017
Hari
Senja bernyanyi senandungkan riuhnya kota ini
Pohon-pohon riang menari seirama dengan ramainya bocah bermain
Hari tidak murung ditinggalkan matahari
Ia siap menyambut malam yang sudah ia tunggu
Ia berkata saat ia sedih selalu mengadu pada kesunyian
Kesunyian memang sudah menjadi temannya sedari ia merasa tidak diperdulikan
Aku bertanya padanya mengapa ia merasa begitu
Tapi semua percuma karena ia tidak pernah ingin menjawab
Sebenarnya aku tahu apa yang ia rasakan
Bisa jadi itu hanya khiasan
Pohon-pohon riang menari seirama dengan ramainya bocah bermain
Hari tidak murung ditinggalkan matahari
Ia siap menyambut malam yang sudah ia tunggu
Ia berkata saat ia sedih selalu mengadu pada kesunyian
Kesunyian memang sudah menjadi temannya sedari ia merasa tidak diperdulikan
Aku bertanya padanya mengapa ia merasa begitu
Tapi semua percuma karena ia tidak pernah ingin menjawab
Sebenarnya aku tahu apa yang ia rasakan
Bisa jadi itu hanya khiasan
Saturday, January 21, 2017
Entah
Entah bagaimana bisa gelap itu sebising ini
Entah untuk apa semua menggerutu
Seakan menghakimi dan menyudutkan
Maksudku, biarlah ini menjadi penderitaanku
Dan takperlulah kalian berceramah disitu
Aku tak pernah membutuhkan itu
Langitpun tahu seberapa tinggi aku bisa bangkit
Tanahpun telah menjadi sahabatku
Biarkan langit membawa keceriaan
Biarkan air itu menjadikannya lumpur
Entah untuk apa?
Entahlah. Aku muak dengan itu semua
Bisakah kalian duduk manis dan saksikan saja?
Itu Jauh lebih membantu.
Entah untuk apa semua menggerutu
Seakan menghakimi dan menyudutkan
Maksudku, biarlah ini menjadi penderitaanku
Dan takperlulah kalian berceramah disitu
Aku tak pernah membutuhkan itu
Langitpun tahu seberapa tinggi aku bisa bangkit
Tanahpun telah menjadi sahabatku
Biarkan langit membawa keceriaan
Biarkan air itu menjadikannya lumpur
Entah untuk apa?
Entahlah. Aku muak dengan itu semua
Bisakah kalian duduk manis dan saksikan saja?
Itu Jauh lebih membantu.
Subscribe to:
Comments (Atom)